Beberin.com, Jakarta — Aktivis Mahasiswa Universitas Jakarta, Diego Zidan Maulana diduga terkena peluru tumpul saat ikut melakukan aksi terkait protes tunjangan DPR yang tidak wajar, bubarkan DPR, dalam aksi Diego terkena tembakan peluru tumpul pada bagian dadanya saat di jumpai awak media di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat pada 29/8/2025 sekitar jam 23:50 WIB.
Saat ditemui Diego telah selesai ditangani oleh dokter di RSCM “sudah diangkat perlu yang bersarang di dadanya, kami sedang menunggu agar pihak rumah sakit memberikan kepada kami pihak keluarga jenis peluru apa yang di tembakan ke tubuh Diego, ” ucap salah satu keluarga yang tidak mau di sebutkan namanya.
“Kendati demikian pihak rumah sakit masih belum bisa memberikan peluru yang memang sudah selesai di keluarkan dari tubuh Diego, dengan alasan perlu membuat surat pernyataan baru akan diberikan, ” Ujarnya
“Kami satu almamater dan juga alumni Universitas Jakarta Ricci Ricardo, SH, Hardius Karo-Karo, SH, Fahmi Fitra Jaya, SH yang tergabung dalam LBH PEJATEN dan juga teman-teman Aktivis ikut turut prihatin dengan kejadian ini, Kami mengutuk keras perbuatan Arogansi Aparat Khususnya Polisi kepada masyarakat, kepada mahasiswa, kepada ojek online yang sedang melakukan aksi demonstrasi, seharusnya Polisi menjadi pengayom dan pelindung masyarakat dan dapat menahan diri tidak melakukan tindakan arogansi dan main hakim sendiri,” tegas Ricci.
Dalam kesempatan yang sama Hardius Karo-Karo mengatakan Polri harus berbenah diri sudah banyak kejadian kejadian yang melukai masyarakat, kasus ini perlu di ungkapkan siapa pelakunya “Kami berharap polri berbenah dalam penanganan demonstrasi tidak Arogansi kepada masyarakat dan mahasiswa, sebab tujuan aksi itu adalah aspirasi suara rakyat yang perlu didengar dan dilaksanakan oleh pemerintah, jika terlaksana maka banyak pihak yang ikut merasakan perubahan.” Tutup nya.
Redaksi.












Leave a Reply