Beberin.com,Tangsel — Komitmen meningkatkan mutu pendidikan keagamaan kembali ditegaskan melalui pelantikan Pengurus Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan periode 2026–2030.
Momentum ini dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengawasan pendidikan keagamaan. Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang dipercaya mengemban amanah strategis dalam menjaga mutu pendidikan serta integritas lembaga.

“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga kualitas pendidikan dan marwah Kementerian Agama. Pengawas harus menjadi teladan, adaptif terhadap perubahan, serta menghadirkan pengawasan yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Ahmad Rifaudin.
Ia menegaskan bahwa Pokjawas memiliki peran sebagai garda terdepan mutu pendidikan, dengan fokus pada integritas, peningkatan kompetensi, kolaborasi lintas stakeholder, serta pendekatan pembinaan yang humanis dan solutif kepada satuan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Pokjawas yang baru dilantik, Tepuri Ali, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah secara bersama-sama dan terus meningkatkan kapasitas pengawas demi pelayanan yang lebih baik bagi madrasah.
“Kami berharap dapat menjalankan amanah ini dengan penuh semangat dan kebersamaan. Pengawas harus terus belajar agar mampu memberikan pelayanan prima serta mendukung terwujudnya harapan dan program Kementerian Agama,” ungkapnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran pengawas sebagai motor perubahan pendidikan keagamaan yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter peserta didik. Dengan semangat integritas, kolaborasi, dan inovasi, Pokjawas Kemenag Kota Tangsel diharapkan mampu menghadirkan pendidikan keagamaan yang unggul, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hafiz mabrur











Leave a Reply