Beberin.com, Jakarta – Dalam setiap pengembangannya, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Indonesia) bukan hanya menghadirkan desain yang mewah tapi memiliki karakter hingga menjadi ikon di kawasannya. Setiap proyeknya pasti menghadirkan bentuk yang modern dengan sentuhan yang khas.
Sejak kiprah bisnis properti dilakukan pada tahun 2002, hingga saat ini Paradise Indonesia telah mengembangkan berbagai produk lifestyle ikonik seperti Plaza Indonesia, fX Sudirman, Keraton, Sheraton Bali Kuta Resort, Harris Resort Waterfront, beachwalk Shopping Center Bali, One Residence Batam, 23 Paskal, 31 Sudirman Suites & Hotel Hyatt Place Makassar, Antasari Place Jakarta, dan lainnya.
“Dalam melakukan pengembangan properti Paradise Indonesia selalu mengedepankan visi untuk menciptakan ruang-ruang yang mampu menyajikan lebih dari sekadar aspek visual maupun fungsional. Kami selalu mencari cara baru untuk menarik crowd dengan memastikan kebahagiaan konsumen mellaui proyek yang sesuai kebutuhan pasar,” ujar Siti Utami, Chief Corporate Communicatioan Paradise Indonesia.
Itu artinya, Paradise Indonesia dalam mengembangkan destinasi gaya hidup ikonik salah satunya dengan membentuk interaksi sosial masyarakat dan memperkaya komunitas. Proyek yang dibangun dipastikan bisa menghadirkan sebuah tempat baru yang nyaman dan dibutuhkan sehingga konsep seperti ini bisa melampaui kesan visual dan fungsional.
Untuk itu konsistensi menjadi modal utama yang membuat Paradise Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Kinerja perusahaan juga teruji saat situasi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Saat pandemi tersebut, Paradise Indonesia tetap melanjutkan pengembangan proyeknya seperti di 31 Sudirman Suites dan Antasari Place. Hingga saat ini INPP tercatat pengembang dengan track record 100 persen completed (0 persen gagal atau mangkrak).
Strategi lain seperti dipaparkan President Director & CEO Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo. Menurutnya, proyek ikonik hingga menjadi destinasi dilakukan dengan mengusung pengembangan campuran atau mixed use hingga bisa menciptakan ekonomi sirkular di kawasannya.
“Konsep mixed use kami hadirkan untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas sekaligus untuk memberikan nilai tambah, experience konsumen, hingga kepuasan. Itu juga yang menjadi alasan kenapa setiap yang kami bangun menjadi ikonik dan destinasi di kawasannya,” jelasnya.
Konsep mixed use building juga bisa menjadi solusi jitu di tengah minimnya lahan karena menggabungkan beragam peruntukan dalam satu kompleks bangunan. Misalnya, di satu bangunan atau area yang berdekatannya diperuntukan untuk kantor, tempat tinggal dan pusat aktivitas lainnya.
Selain itu dengan menghadirkan sebuah kawasan mixed use bisa menghubungkan segmen hospitality, ritel, dan residensial. Pendekatan seperti ini bukan hanya menawarkan kemudahan pemenuhan kebutuhan dan lifestyle tapi juga memberikan jaminan untuk porsi pendapatan berulang (recurring income) perusahaan bisa terus tumbuh.
(Dadan & Hafiz mabrur)















Leave a Reply