# INDONESIA MEMIMPIN ERA BARU HALAL FASHION DUNIA: DARI BENANG HINGGA BUSANA

Beberin.com, Jakarta — Indonesia kembali menorehkan sejarah dalam perkembangan industri halal global melalui peluncuran Benang Halal pertama di dunia yang diinisiasi oleh Kain Halal by PT Milangkori Persada. Momentum bersejarah ini berlangsung pada 29–31 Mei 2026 dan menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekosistem halal fashion yang terintegrasi, mulai dari benang, kain, proses produksi, hingga busana yang digunakan oleh masyarakat.

Peluncuran Benang Halal tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, yang akrab disapa Babe Haikal. Dalam kesempatan yang sama, Kain Halal by PT Milangkori Persada secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Delana Halal Fashion untuk membangun ekosistem halal fashion yang lebih kuat, transparan, dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan standar baru bagi industri fesyen muslim, di mana konsep halal tidak hanya diterapkan pada produk akhir, tetapi juga dimulai dari bahan baku yang menjadi fondasi utama sebuah busana.

Dalam sambutannya, Babe Haikal menegaskan bahwa pemahaman halal perlu diperluas tidak hanya pada makanan dan minuman, tetapi juga pada produk tekstil dan pakaian yang digunakan setiap hari oleh masyarakat.

“Banyak yang bertanya, apakah ada benang atau kain yang tidak halal? Tentu saja ada kemungkinan tersebut. Dalam proses industri tekstil, dapat digunakan bahan penolong atau material tertentu yang sumbernya tidak memenuhi ketentuan halal. Karena itu, kehadiran Benang Halal dan Kain Halal menjadi sebuah jaminan keamanan, kenyamanan, dan ketenangan hati bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, jaminan halal pada produk tekstil memberikan nilai penting bagi konsumen muslim yang ingin memastikan bahwa produk yang mereka gunakan, termasuk pakaian untuk beribadah, berasal dari proses yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Halal bukan hanya tentang apa yang kita makan. Apa yang kita gunakan dan kenakan juga penting. Pakaian yang kita pakai seharusnya memberikan rasa nyaman dan keyakinan bahwa proses pembuatannya sesuai dengan prinsip halal,” tambahnya.

Sebagai penggagas Benang Halal pertama di dunia, Kain Halal by PT Milangkori Persada hadir dengan visi untuk memperkuat rantai pasok industri halal melalui penyediaan bahan tekstil yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki jaminan kehalalan yang jelas dan dapat ditelusuri.

Inisiatif ini sekaligus menjawab kebutuhan pasar halal global yang terus berkembang dan semakin menuntut transparansi dalam proses produksi. Halal tidak lagi dipandang sekadar sertifikasi pada produk akhir, melainkan menjadi bagian dari integritas seluruh rantai pasok, mulai dari bahan baku hingga produk yang sampai ke tangan konsumen.

Sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem ini, Delana Halal Fashion membawa visi besar melalui tagline “Leading the Future of Halal Fashion.” Bagi Delana, halal bukan sekadar label atau strategi pemasaran, melainkan prinsip yang menjadi fondasi dalam seluruh proses bisnis.

Delana meyakini bahwa masa depan halal fashion harus dibangun dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kain Halal by PT Milangkori Persada menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap produk yang dihadirkan tidak hanya memenuhi aspek estetika dan kualitas, tetapi juga memberikan keyakinan dan ketenangan bagi para penggunanya.

Komitmen Delana terhadap halal juga diwujudkan melalui penerapan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Delana secara konsisten mendukung gerakan slow fashion dengan mengedepankan kualitas dibanding kuantitas produksi, serta memberdayakan masyarakat sekitar dan para pensiunan sebagai bagian dari rantai produksinya. Selain itu, Delana berkomitmen menggunakan dan mengembangkan potensi tekstil nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri dalam negeri.

Kolaborasi antara Kain Halal by PT Milangkori Persada dan Delana Halal Fashion menunjukkan bahwa halal fashion tidak hanya berbicara tentang desain yang menutup aurat, tetapi juga tentang bagaimana sebuah produk lahir dari proses yang etis, bertanggung jawab, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.

Jika selama ini dunia mengenal konsep farm-to-table dalam industri pangan, maka Indonesia kini memperkenalkan konsep “Thread-to-Fashion Halal” sebuah ekosistem halal yang dimulai dari benang, berkembang menjadi kain, dan berakhir menjadi busana yang memberikan rasa aman, nyaman, dan keyakinan bagi penggunanya.

Peluncuran Benang Halal pertama di dunia ini diharapkan menjadi awal dari transformasi industri tekstil dan fesyen global menuju standar yang lebih berintegritas, berkelanjutan, dan terpercaya. Sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat inovasi dan pengembangan industri halal dunia.

Karena masa depan halal fashion tidak dimulai dari panggung peragaan busana, melainkan dari benang pertama yang membentuknya.

Kain Halal by PT Milangkori Persada menghadirkan fondasi. Delana Halal Fashion menghadirkan masa depan. Bersama, keduanya membangun ekosistem halal fashion terintegrasi pertama di dunia dari benang hingga busana.

Redaksi