Dosen Pendidikan Biologi UMS Lakukan Ekspedisi Alga di Pantai Krakal untuk Persiapan Praktikum Cryptogamae

Beberin.com, Gunungkidul – Tim dosen pengampu Praktikum Sistematika Cryptogamae Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan ekspedisi pengumpulan preparat alga di Pantai Krakal, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan bahan praktikum untuk mendukung pembelajaran mengenai Divisio Thallophyta, khususnya Subdivisio Algae.

Tim ekspedisi terdiri atas tiga dosen pengampu, yaitu Dr. Santhyami, M.Si., Dra. Titik Suryani, M.Si., dan Siti Kartika Sari, M.Pd., serta tiga asisten laboratorium, yaitu Faizal Ma’ruf, Intan Mega Puspita, dan Nuur Haffvivah.

Rombongan berangkat dari Gedung Siti Walidah UMS pada pukul 08.00 WIB dan tiba di Pantai Krakal sekitar pukul 10.00 WIB. Pemilihan waktu ekspedisi pada 9 September dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut. Pada hari tersebut, Pantai Krakal mengalami kondisi surut maksimal sehingga area intertidal lebih mudah dijangkau dan memungkinkan tim melakukan pengamatan serta pengumpulan sampel alga secara lebih optimal.

Ekspedisi ini tidak hanya bertujuan memperoleh bahan preparat untuk praktikum, tetapi juga memberikan kesempatan kepada tim pengampu untuk mengenali secara langsung keragaman morfologi alga pada habitat alaminya. Hal tersebut sejalan dengan tujuan Praktikum Sistematika Cryptogamae, yaitu mengenal morfologi dan kedudukan taksonomi Algae melalui pengamatan karakteristik spesies secara nyata, baik di laboratorium maupun di lingkungan ekosistemnya.

 

Menemukan Tiga Kelas Alga

Dari hasil eksplorasi di kawasan Pantai Krakal, tim berhasil mengoleksi sejumlah alga makroskopis yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelas utama yang digunakan dalam pembelajaran praktikum, yaitu Chlorophyceae (ganggang hijau), Phaeophyceae (ganggang pirang/cokelat), dan Rhodophyceae (ganggang merah). Modul praktikum juga menggunakan ketiga kelas tersebut sebagai dasar pengamatan dan perbandingan karakteristik Algae.

1. Chlorophyceae – Ganggang Hijau

Kelompok ganggang hijau yang berhasil ditemukan meliputi Ulva sp., Caulerpa sp., dan Enteromorpha sp.

Ulva sp. memiliki talus yang umumnya berbentuk lembaran tipis dan berwarna hijau. Sementara itu, Caulerpa sp. memiliki bentuk talus yang unik dan menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, dengan bagian yang menyerupai stolon, rizoid, serta struktur tegak yang menyerupai daun. Keberagaman bentuk tersebut menjadikan kedua kelompok ini menarik untuk diamati dalam pembelajaran morfologi alga.

Enteromorpha sp. juga dikenal sebagai alga hijau dengan bentuk talus menyerupai tabung atau helaian berongga. Dalam perkembangan nomenklatur modern, kelompok yang secara tradisional dikenal sebagai Enteromorpha telah banyak diperlakukan sebagai bagian dari genus Ulva. Namun, nama Enteromorpha masih kerap dijumpai dalam literatur dan pembelajaran taksonomi klasik.

2. Phaeophyceae – Ganggang Pirang/Cokelat

Kelompok Phaeophyceae yang dikoleksi terdiri atas Padina sp., Turbinaria sp., dan Sargassum sp.

Padina sp. memiliki talus berbentuk lembaran kipas dengan pola pertumbuhan yang khas. Turbinaria sp. memiliki struktur talus yang lebih kokoh dengan bagian-bagian menyerupai daun dan gelembung udara, sedangkan Sargassum sp. dikenal memiliki talus bercabang dengan struktur menyerupai daun serta gelembung udara yang membantu mempertahankan posisi bagian talus di dekat permukaan air.

Ketiga kelompok tersebut menunjukkan karakteristik morfologi Phaeophyceae yang berbeda dari ganggang hijau maupun ganggang merah. Perbedaan warna, bentuk talus, percabangan, dan struktur khusus menjadi karakter penting yang dapat digunakan mahasiswa dalam proses pengenalan dan pengelompokan spesimen.

3. Rhodophyceae – Ganggang Merah

Adapun kelompok ganggang merah yang berhasil dikoleksi adalah Corallina sp. dan Gracilaria sp.

Corallina sp. memiliki talus yang mengandung kalsium karbonat sehingga teksturnya relatif keras dan tampak seperti kerak atau percabangan bersegmen yang melekat pada substrat berbatu. Karakter tersebut juga dijelaskan dalam Modul Praktikum Sistematika Cryptogamae sebagai salah satu ciri khas Corallina sp.

Sementara itu, Gracilaria sp. memiliki talus yang umumnya bercabang dengan tekstur lebih lunak dan merupakan salah satu kelompok alga merah yang dikenal memiliki nilai ekonomi, antara lain sebagai sumber bahan penghasil agar.

 

Memperkuat Pembelajaran Berbasis Lingkungan

Koleksi hasil ekspedisi selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai bahan pengamatan dan preparat dalam kegiatan Praktikum Sistematika Cryptogamae. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghafalkan nama dan klasifikasi spesies, tetapi juga mengamati karakter morfologi, mendeskripsikan spesimen, membandingkan ciri-ciri antarkelompok, serta menyusun sistematika berdasarkan karakter yang diamati. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari tahapan praktikum yang telah dirancang dalam modul, termasuk kegiatan pengamatan, penyusunan deskripsi dan klasifikasi, analisis persamaan-perbedaan, serta diskusi.

Ekspedisi ke Pantai Krakal sekaligus menjadi bentuk pembelajaran yang menghubungkan materi praktikum dengan kondisi nyata di alam. Keberadaan berbagai bentuk alga pada zona intertidal memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa karakter morfologi dan keanekaragaman organisme dapat dipelajari secara langsung melalui eksplorasi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, tim dosen pengampu berharap koleksi alga yang diperoleh dapat memperkaya sumber belajar praktikum sekaligus membantu mahasiswa Pendidikan Biologi UMS memperoleh pengalaman dalam mengenali keanekaragaman organisme secara langsung. Kegiatan tersebut juga mendukung capaian praktikum untuk mengenali karakteristik kelompok Thallophyta serta menginventarisasi spesies yang ditemukan di lingkungan alam.

 

Penulis : Santhyami

Redaksi : Edison