Beberin.com, KOTADEPOK — Tradisi mencuci perabotan tempo dulu, khususnya dalam budaya masyarakat Depok, sering kali menggunakan bahan alami seperti abu gosok (awu) dan serabut kelapa untuk membersihkan peralatan dapur. Tradisi ini diketahui bukan sekadar membersihkan alat fisik, melainkan simbol penyucian diri dan hati, terutama menjelang Lebaran.
“Jadi, untuk melestarikan sekaligus mengenalkan kembali tradisi itu kepada generasi muda, Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) Berbudaya kembali mengangkat tradisi Nyuci Perabotan dalam rangkaian Lebaran Depok 2026,” ujar Ketua KOOD Berbudaya Ahmad Dahlan, Rabu (6/5/2026), dalam kegiatan Nyuci Perabotan Lebaran Depok, di Alun-Alun Grand Depok City, Jawa Barat.
Ia menyebutkan, bahwa tradisi Nyuci Perabotan ini, bukan sekadar membersihkan alat rumah tangga, tetapi memiliki filosofi mendalam tentang kebersihan diri dan hati. “Bebersih perabot ini untuk menyambut tamu agung. Bebersih mencuci diri, itu makna dan filosofi dari bebersih perabotan,” ucap Dahlan.

Diceritakannya, bahwa tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa manusia harus selalu menjaga kebersihan, kejujuran, dan keyakinan terhadap diri sendiri. Jadi dengan tradisi ini, seluruh peralatan dapur mulai dari dandang, kuali tanah, panci, tempayan, gayung, kendi, teko hingga kukusan dibersihkan.
“Artinya, seluruh alat tersebut dibersihkan menggunakan bahan tradisional seperti serabut kelapa, daun bambu, dan abu gosok. Sebab, tradisi ini menjadi simbol bahwa yang dibersihkan bukan hanya jiwa manusia, tetapi juga lingkungan rumah dan seluruh perlengkapannya,” papar Dahlan
Menurutnya, bahwa dengan perkembangan zaman, tradisi turun-temurun ini perlahan mulai ditinggalkan dan jarang dilakukan masyarakat. “Untuk melestarikannya, KOOD Berbudaya menghidupkan kembali tradisi warga Depok tempo dulu agar tetap dikenal sebagai bagian dari identitas budaya Betawi Depok,” tutur Dahlan.
Dahlan juga berharap, bahwa dengan tradisi Nyuci Perabotan dapat terus memberikan makna bagi masyarakat Kota Depok. “Mudah-mudahan bisa bermakna untuk masyarakat Depok, baik semua warga yang masih menjalani tradisi ini maupun yang belum tahu agar dapat dilestarikan kepada generasi penerus,” imbuhnya.
SAID












Leave a Reply