Jerome Kurnia, Nadya Arina & Aghniny Haque Tampil Emosional.Dalam Official Trailer Film Penerbangan Terakhir Rilis!

 

Beberin.com, jakarta,- Jerome Kurnia berada di antara dua persimpangan jalan. Memilih Nadya Arina, atau Aghniny Haque! Ketiganya akan terlibat dalam sebuah skandal terpanas tahun 2026 lewat film Penerbangan Terakhir persembahan VMS Studio.

 

Melalui official trailer yang dirilis, film Penerbangan Terakhir menampilkan

kegilaan dan skandal panas dari dunia penerbangan yang melibatkan pilot dan

pramugari.

 

Pada official trailer Penerbangan Terakhir, menampilkan perjalanan Jerome Kurnia

sebagai Kapten Deva, yang tengah mendekati pramugarinya, Tiara (Nadya Arina).

 

Awalnya, mulut manis dan kharisma Kapten Deva seperti sebuah kesempurnaan

yang nyata. Tapi, semakin dalam Tiara dekat dengan Kapten Deva, ada banyak tipu

daya dan manipulasi yang sulit dibedakan mana yang tulus dan tak sungguh.

 

Belum lagi, kemunculan Nadia, pramugari senior yang ternyata memiliki hubungan

yang lebih dulu dengan Kapten Deva.

 

Kemunculannya pun membuat cerita cinta

manis Kapten Deva dan Tiara buyar. Trailer juga mengungkap segila apa cerita yang

sebenarnya dari kisah yang sering kita dengar dari balik dunia penerbangan.

Diproduseri oleh Tony Ramesh dan Shalu T.M., film ini disutradarai oleh Benni

Setiawan. Selain Jerome, Nadya, dan Aghniny, film ini turut dibintangi oleh Nasya

Marcella dan Vintha Devina Bertha.

 

“Penerbangan Terakhir menjadi film pertama VMS Studio yang akan tayang di

bioskop pada tahun 2026. Kami selalu menghadirkan cerita-cerita yang beragam,

dan yang terbaru adalah Penerbangan Terakhir. Kisah ini terinspirasi dari kejadian

yang ada di sekitar masyarakat, lalu sempat jadi perbincangan yang ramai lagi

belakangan ternyata. Untuk itu kami mempertimbangkan merilis film ini di awal

tahun, untuk memberikan sesuatu ke penonton tentang cerita yang sering kita

dengar tapi tidak pernah dilihat oleh masyarakat,” kata produser Tony Ramesh.

 

Untuk memerankan pilot, Jerome mengungkapkan ia lebih dulu mengikuti

workshop dengan pilot aktif. Selain dikenalkan dengan beberapa fitur yang ada dikokpit pesawat, Jerome juga mempelajari sikap dan cara pilot dalam berperilaku

baik di dalam pesawat maupun di bandara.

 

Bagi Jerome, salah satu yang menarik adalah di film ini tidak ada karakter yang

benar-benar antagonis. Menurutnya, setiap karakter memiliki sudut pandang

masing-masing yang akan membuat penonton pun merasa lebih dekat dengan

dinamika permasalahan romansanya.

 

“Antara Kapten Deva, Tiara, dan Nadia, itu berada dalam sebuah situasi yang rumit.

Ketiganya tidak benar-benar diposisikan sebagai siapa yang paling baik atau yang

paling jahat. Mereka bertiga punya sudut pandang masing-masing yang akan

membuat penonton berefleksi, masing-masing punya sisi negatif dan positifnya.Sangat human dramanya,” ujar Jerome Kurnia.

 

Bagi Jerome dan Nadya, yang juga menjadi pasangan di kehidupan nyata, dan

dipasangkan di film ini, keduanya memiliki tantangannya tersendiri. Sebab, di film

ini Kapten Deva dan Tiara adalah pasangan yang baru memulai perjalanan cinta

mereka.

 

“Aku memerankan Tiara, yang sebenarnya adalah pramugari baru. Jadi dunia

penerbangan itu baru baginya. Begitu pula dengan kisah percintaan, Tiara cukup

baru. Ketika bertemu dengan Kapten Deva, Tiara akan menemukan masalah-masalah yang nantinya akan menjadi besar dan mengubah kehidupannya,” kata Nadya Arina.

 

Aghniny Haque, yang belakangan dikenal dengan peran serta karakter di film-film

bergenre aksi, merasa sangat senang ia bisa kembali bermain di film drama.

 

Terlebih, menurutnya, Penerbangan Terakhir menawarkan perjalanan emosi yang

sangat intens dan menuntut karakternya untuk bisa menampilkan sisi yang bisa

menjadi kontroversi bagi penonton.

 

“Karakter Nadia itu bisa sangat membuat penonton antara membenci atau menaruh

empati dengannya. Karena ada sisi obsesif dan kegilaan di dirinya.

 

Proses pendalaman karakternya sangat intens. Nadia dan aku sangat bertolak belakang, dan aku bersyukur berada di film ini yang memberikan aku ruang untuk bereksplorasi di ruang drama dengan emosi yang sangat dalam,” kata Aghniny Haque.hafiz mabrur