BPKN akan Sambangi Operator Telekomunikasi: Cek Pelaksanaan Registrasi Biometrik dan Kesiapan Jaringan Hadapi Idul Fitri 1447 H

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Heru Sutadi

BPKN akan Sambangi Operator Telekomunikasi: Cek Pelaksanaan Registrasi Biometrik dan Kesiapan Jaringan Hadapi Idul Fitri 1447 H

 

Beberin.com, Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berencana untuk melakukan pengecekan langsung ke sejumlah operator telekomunikasi dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mandat BPKN untuk memastikan perlindungan hak-hak konsumen di sektor jasa telekomunikasi, terutama di tengah perubahan kebijakan registrasi pelanggan dan meningkatnya kebutuhan layanan digital masyarakat.

Pengecekan akan berfokus pada dua isu utama, yaitu memastikan implementasi registrasi pelanggan berbasis biometrik berjalan dengan aman, akurat, dan mudah bagi konsumen. Kemudian juga memonitor kesiapan jaringan operator telekomunikasi dalam menghadapi potensi lonjakan trafik menjelang dan selama periode Idul Fitri mendatang.

Ketua BPKN M. Mufti Mubarok menegaskan bahwa penerapan biometrik dalam registrasi pelanggan merupakan langkah penting untuk meningkatkan keamanan identitas digital dan mencegah penyalahgunaan nomor seluler. Namun, kebijakan ini harus diterapkan dengan tetap mengutamakan kepentingan dan kenyamanan konsumen.

“Kami mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat keamanan registrasi pelanggan melalui biometrik. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa proses ini benar-benar aman, sederhana, dan tidak memberatkan konsumen. Jangan sampai kebijakan yang baik di atas kertas justru menjadi hambatan bagi masyarakat di lapangan,” ujar Ketua BPKN.

Sementara itu, Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Heru Sutadi, menyampaikan bahwa selain memastikan proses registrasi biometrik, pihaknya juga menyoroti mengenai kesiapan jaringan operator menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. BPKN menilai bahwa infrastruktur digital sangat krusial agar masyarakat konsumen tetap mendapatkan layanan yang andal. Menurutnya, Idul Fitri selalu menjadi periode dengan peningkatan penggunaan layanan telekomunikasi yang signifikan, baik untuk komunikasi suara, pesan singkat, maupun data internet.

“Setiap tahun, trafik telekomunikasi melonjak drastis saat Idul Fitri. Oleh karena itu, jauh-jauh hari kami ingin memastikan bahwa operator telah melakukan langkah-langkah antisipatif, mulai dari peningkatan kapasitas jaringan hingga mekanisme penanganan gangguan. Konsumen berhak mendapatkan layanan yang stabil dan berkualitas, terutama di momen penting seperti hari raya,” kata Heru.

Dalam kegiatan pengecekan ini, BPKN akan mengecek antara lain kesiapan teknis dan operasional sistem registrasi biometrik, perlindungan dan pengelolaan data biometrik konsumen, kemudahan akses dan pengalaman pengguna dalam proses registrasi, kemduian kapasitas dan keandalan jaringan menjelang Idul Fitri serta kesiapan layanan pengaduan konsumen jika terjadi kendala layanan.

“Kami tegaskan juga bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memastikan kepatuhan regulasi, tetapi lebih jauh untuk menjamin bahwa masyarakat sebagai konsumen mendapatkan layanan telekomunikasi yang aman, andal, dan berkualitas. BPKN berharap keterbukaan dan kerja sama operator telekomunikasi dalam mendukung upaya peningkatan perlindungan konsumen dan kualitas layanan telekomunikasi nasional,” pungkas Heru.

(Yuki.N)