“Plt Kadishub Akui Dapat Notice dari Pusat” Handiyana Desak APH Telusuri Penggunaan Dana Biskita

Beberin.com, KOTA DEPOK — Dengan telusuri penggunaan dana adalah proses pemeriksaan atau pelacakan aliran uang untuk mengetahui ke mana saja anggaran, modal, atau kas tersebut dibelanjakan.

 

Hal tersebut dengan rangkaian Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026. Namun, layanan Biskita Trans Depok, merupakan pemborosan APBD Depok, dimana layanan transportasi tersebut ternyata selama ini digunakan oleh warga Depok yang bekerja di Jakarta.

 

“Jadi, mungkin tidak ada warga kelas menengah kebawah yang menggunakan layanan Biskita. Rata-rata menengah keatas yang kerja dan membayar pajak penghasilan ke Jakarta,” ujar Atet Handiyana Sihombing.

 

Ia juga menjelaskan, bahwa selain pemborosan APBD. Bahkan, terdapat kejanggalan pada proses pengadaan proyek maintenance pada Layanan Transportasi Biskita yang menghabiskan anggaran sekitar 19 miliar dengan metode penunjukan langsung atau PL.

 

“Jadi pertanyaannya ? apakah boleh proyek senilai belasan miliar di daerah tingkat II boleh dengan penunjukan langsung. Kalau emang tidak, tentu itu pelanggaran,” jelas Handiyana.

 

Diceritakannya, bahwa dengan petugas Biskita yang hanya kurang dari 60 orang, dinilai 19 miliar rupiah yang digelontorkan APBD Depok melalui proses penunjukan langsung atau PL.

 

“Bahkan, dengan tarif untuk Biskita Trans Depok Rp. 6 ribu, kemudian di klaim Dishub sendiri penumpang sehari mencapai 8.000, artinya sehari sudah terkumpul 24 juta dong? Kenapa harus menggunakan APBD sampai 19 miliar?,” papar Handiyana.

 

Ia menambahkan, bahwa pihak Kejaksaan Agung, meminta untuk memberikan data tertulis tentang dugaan penyalahgunaan APBD pada Proyek Biskita Trans Depok. “Iya diminta itu, nanti saya minta ada yang urus pemberkasan laporan untuk mereka (Kejagung.red),” tandas Handiyana.

 

Sementara ditempat terpisah Aan Syurahman, selaku Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, dirinya mengakui telah mendapat notice dari pusat perihal Layanan Biskita Trans Depok yang disebut Handiyana terdapat kejanggalan.

 

Melalui wawancara ekslusif terhadap Aan Syurahman beberapa waktu lalu, mantan Kepala Bidang Angkutan yang kini menjadi Sekretaris Dishub sekaligus Plt Kadishub mengaku pasrah.

 

“Dari pusatnya gitu saya udah lesu aja dah, dikasih kasih ngga ngga dah. Sebenernya secara nasional yang dikasih cuma dua, Manado dan Depok, tambahan ya,” ucap Aan Syurahman beberapa waktu lalu.

 

Aan juga sedikit membahas tentang rencana adanya tambahan armada Biskita. Namun, ia tidak yakin Kota Depok akan dapat tambahan. Ia menyinggung yang akan mendapat adalah Kota Solo.

 

“Solo kan, siapa Solo itu siapa? Kota Bogor siapa? Lah ini kita? Wah sedih saya tuh. Tapi saya masih nego-nego juga sih. Kemarin ada di media jadi kecoreng kan, aneh itu,” pungkasnya.

 

SAID