Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah

Beberin.com, JAKARTA — Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan pengembangan energi bersih ditegaskan Adhi Industri Group. Perusahaan menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal program pemerintah dalam pengembangan waste to energy (WTE) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Prof. Mufti Mubarok saat peresmian kantor Adhi Industri Group di Menara KADIN, Jakarta, Senin (21/9/2026). Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Investasi dengan Pemerintah Daerah Kadin Indonesia Dr. Zulnahar,

Prof Firman Wijaya, anggota KADIN indonesia serta tamu undangan dari media dan profesional lainnya.

Menurut Mufti, program waste to energy dan agenda go green merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan.

“Waste to energy dan go green adalah program yang sangat bagus dari Presiden. Adhi Industri Group siap mengawal pemerintah dalam program tersebut, terutama melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi waste to energy,” ujar Mufti.

Mufti mengatakan, persoalan sampah tidak lagi cukup ditangani dengan pola konvensional. Diperlukan pendekatan berbasis teknologi agar sampah dapat dikelola secara lebih produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Teknologi harus menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan sampah. Sampah jangan hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber energi dan sumber ekonomi baru,” katanya.

Menurut dia, Adhi Industri Group melihat pengembangan WTE sebagai bagian dari transformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Teknologi dapat digunakan mulai dari proses pengolahan, pengurangan volume sampah, hingga pemanfaatannya menjadi energi.

Pemerintah sendiri telah mendorong percepatan program WTE di berbagai kota besar di Indonesia. Pada Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pengelolaan sampah menjadi energi, terutama di kota-kota besar dan padat penduduk.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup juga menyebut pemerintah menargetkan 11 fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dapat rampung secara bertahap hingga 2028. Pemerintah menekankan bahwa WTE harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terintegrasi, bersama pemilahan dari sumber, pengolahan organik, 3R, bank sampah, RDF, dan biogas.

Mufti menambahkan, keterlibatan dunia usaha dan sektor teknologi menjadi penting untuk mempercepat implementasi program tersebut.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Adhi Industri Group siap bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menghadirkan teknologi yang mampu menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi,” tegasnya.

Ia menilai, pengembangan WTE juga memiliki potensi menciptakan ekosistem ekonomi baru. Selain mengurangi beban tempat pemrosesan akhir, pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Adhi Industri Group akan terus mendorong pengembangan teknologi dan inovasi yang dapat mendukung agenda lingkungan pemerintah.

“Go green bukan sekadar slogan. Ini harus diwujudkan melalui teknologi, investasi dan kerja nyata. Kami siap mengawal dan mendukung program pemerintah agar pengelolaan sampah menjadi energi bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkas Mufti.