Ketua BPKN RI Terkesan dengan Kemajuan IKN: Siap Menampung ASN, Pembangunan Berjalan Pesat

Ketua BPKN RI, Prof. Mufti Mubarok bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono

Beberin.com, Nusantara  – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Prof. Mufti Mubarok, melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Rabu (1/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prof. Mufti Mubarok bertemu dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran pejabat Otorita IKN untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru Indonesia.

Kunjungan tersebut memberikan kesan yang sangat mendalam bagi Ketua BPKN RI. Setelah meninjau sejumlah kawasan strategis dan infrastruktur yang telah beroperasi, Prof. Mufti Mubarok menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan pembangunan IKN yang dinilai telah menunjukkan kesiapan sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

“IKN memberikan kesan yang luar biasa. Saya melihat secara langsung bahwa pembangunan berjalan sangat baik, tertata, dan progresnya sangat signifikan. Berbagai fasilitas utama telah siap, termasuk untuk mendukung kepindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ibu kota yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Prof. Mufti Mubarok.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dasar, kawasan perkantoran, hunian ASN, jaringan transportasi, serta fasilitas pendukung lainnya menunjukkan bahwa IKN telah memasuki tahap yang semakin matang untuk menjadi pusat pemerintahan nasional.

Prof. Mufti Mubarok juga mengapresiasi kerja keras Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta seluruh jajaran yang terus mengawal pembangunan sehingga berjalan sesuai rencana.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat melindungi hak-hak konsumen, BPKN RI memandang pembangunan IKN tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik, kepastian hukum, keamanan, kenyamanan, serta terpenuhinya hak masyarakat sebagai pengguna berbagai layanan publik dan jasa.

Menurut Prof. Mufti Mubarok, konsep kota cerdas (smart city) yang diusung IKN harus diiringi dengan sistem perlindungan konsumen yang kuat, transparansi pelayanan, dan tata kelola yang akuntabel sehingga mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat yang akan tinggal maupun beraktivitas di IKN.

Optimisme terhadap perkembangan IKN juga semakin menguat setelah berbagai pihak internasional memberikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunannya. Salah satunya diberitakan oleh CNBC Indonesia yang mengungkap adanya respons positif dari salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi IKN. Apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan IKN mulai mendapat pengakuan di tingkat internasional sebagai proyek pembangunan kota yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Bagi BPKN RI, apresiasi internasional tersebut menjadi dorongan agar pembangunan IKN terus menjaga kualitas, akuntabilitas, dan kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat utama. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi simbol kemajuan Indonesia, tetapi juga menjadi kota masa depan yang memberikan perlindungan, kenyamanan, dan kepastian layanan bagi seluruh warganya.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen BPKN RI untuk memperkuat sinergi dengan Otorita IKN dalam mendukung pembangunan ekosistem pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sehingga IKN benar-benar menjadi wajah Indonesia yang modern, maju, dan dipercaya oleh dunia.

(Yuki)