Batal Bangun Masjid di Margonda, GRS Sebut Pemkot Tetapkan Bangun RKAI

Beberin.com, KOTADEPOK — Pembatalan pembangunan Masjid Agung Margonda di Kota Depok, yang sebelumnya direncanakan di lahan SDN Pondok Cina 1, resmi diputuskan oleh Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Anggaran sebesar Rp20 miliar yang sempat dialokasikan akhirnya dibatalkan dan dialihkan ke program lain.

 

Kendati terjadi memicu perdebatan di tengah masyarakat, berakhir bermimpi untuk memiliki masjid kebanggaan di Jalan Margonda dipastikan putus harapan, ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, telah memastikan lahan SDN Pondok Cina 1, segera dibangun Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI).

 

Aktivis Depok Anton Sujarwo, yang juga Ketua Gerakan Rakyat Semesta atau GRS menyampaikan, bahwa dengan keputusan Pemkot Depok tersebut, tidak habis fikir terhadap wacana mengubah SDN Pocin 1 menjadi RKAI.

 

“Karena dinilai, untuk anak normal saja itu bahaya, lah ini malah buat istimewa, apa ga lebih bahaya? Aneh-aneh saja dengan keputusan kok begitu,” ujar Anton, kepada pewarta, Rabu (8/7/2026).

 

Menurutnya, bahwa dengan keberadaan Masjid di Jalan Margonda dianggap sangat urgensi. “Karena, banyak masyarakat yang pulang kerja dari jakarta kesulitan akses untuk ibadah pada jam pulang kerja,” tutur Anton.

 

Ditambahkannya, bahwa dengan keberadaan Masjid di Margonda itu, saya rasa jadi kebutuhan utama. “Bukannya dijadikan RKAI,” imbuh seorang mualaf itu.

 

Sebelumnya telah dikutip dari media resmi Pemkot Depok, Jumat lalu. Sekretaris Kecamatan Beji, Tono Hendratno Hasan mengkaim pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa mendapat dukungan penuh dari masyarakat di sekitar lokasi eks SDN Pondok Cina 1.

 

Tono mengatakan pembangunan Gedung RKAI merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menyediakan fasilitas yang mendukung tumbuh kembang, kreativitas, dan pengembangan potensi anak-anak istimewa.

 

Tono juga menyebutkan, pembangunan RKAI merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak istimewa di Kota Depok.

 

Tono berharap masyarakat dapat mendukung, menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, serta bersama-sama mengawasi proses pembangunannya. “Fasilitas ini nantinya menjadi milik bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

 

SAID